Kamis, 05 April 2012

All 'bout love

APAKAH CINTA ITU ?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan
pengharapan
penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,
karena alasan yang penting.





CINTA yang AGUNG

Adalah ketika kamu manitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya...
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan
setia...

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum
sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu"

Apabila cinta tidak berhasil ...BEBASKAN dirimu ...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI
...

Ingatlah ...
Bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya ..
tapi..
ketika cinta itu mati ...kamu tidak perlu MATI bersamanya ...

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang ...
MELAINKAN mereka yang tetap berdiri tegap ketika mereka jatuh ...
Entah bagaimana ...dalam perjalanan kehidupan ,
kamu belajar tentang dirimu sendiri ...
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya terjadi ...

HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kamu
buat .

TEMAN SEJATI ...
mengerti ketika kamu berkata "Aku lupa"
Menunggu selamanya ketika kamu berkata "Tunggu Sebentar"
Tetap tinggal ketika kamu berkata "Tinggalkan aku sendiri"
Membuka pintu meskipun kamu BELUM mengetuk...

MENCINTAI ...
BUKANlah bagaimana kamu melupakan ... melainkan bagaimana kamu
MEMAAFKAN...
BUKAN bagaimana kamu mendengarkan ... melainkan bagaimana kamu MENGERTI
BUKAN apa yang kamu lihat ... melainkan apa yang kamu RASAKAN ...
BUKAN bagaimana kamu melepaskan ... melainkan bagaimana kamu BERTAHAN

Lebih berbahaya mencucurkan airmata dalam hati ...
dibandingkan menangis tersedu-sedu ...
Air mata yang keluar dapat dihapus ...
sementara airmata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan
pernah
hilang ...
Dalam urusan cinta , kita SANGAT JARANG menang ...

Tapi ketika cinta itu TULUS ... meskipun kalah,
kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia ...
dapat mencintai seseorang ...
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia
apabila
kita melepaskannya .

Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang , jangan lepaskan dia ...
Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai
MELAINKAN ... BERJUANGlah demi cintamu .
Itulah CINTA SEJATI .

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama
'yang
tersedia'

Kadang kala , orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti
hatimu dan kadang kala , teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang
tidak kamu sadari...



sumber: unknown

Kamis, 29 Maret 2012

Everyone has their own "cup of tea" -Sebuah Refleksi-

Kaum intelektual yang terus terdiam dalam keadaan yang mendesak, telah melunturkan semua kemanusiaanya— Soe Hok Gie




Semenjak kuliah, saya paling tidak suka dengan kegiatan "demo", apapun bentuk dan tujuannya. Menurut saya, aspirasi tidak perlu dilakukan dengan cara yang brutal. Demo memang memiliki konotasi negatif di dalam pikiran saya, karena pada kenyataannya banyak yang merugikan, seperti merusak fasilitas umum, dll, apalagi kemarin saya lihat diberita sampai menduduki bandara. Saat kuliah, kegiatan yang lebih "make sense" untuk mahasiswa bagi saya adalah kegiatan yang real yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, misalnya baksos dll.

Menurut pandangan saya, mahasiswa itu banyak yang cerdas, jadi seharusnya demo adalah kegiatan untuk memberikan saran yang membangun dengan cara yang lebih intelektual, kemudian belajar yang serius, sehingga saat lulus nanti bisa menduduki posisi yang strategis, lalu bangunlah negeri ini. Jangan malah ninggalin kuliahnya cuma untuk ngurusin kegiatan sana sini. Kalau dilakukan seperti itu saya yakin negara bisa jadi lebih baik lagi.

Pertanyaannya skrg adalah,kemana aktivis2 setelah mereka lulus? Apakah mereka tetap memperjuangkan hal-hal yang dulu mereka suarakan? Apakah idealisme mereka tetap ada di dunia kerja mereka? Tidak tahu berdasar pada apa, tapi saya yakin ada orang-orang yang dulunya menjadi pendemo, pada akhirnya menjadi orang yang didemo. Dengan kata lain, idealisme akan luntur dengan kenyataan hidup (menjadi lebih realistis). Jadi, kemana idealisme pasca kehidupan kampus?

Aksi demo dalam beberapa hari belakangan ini menarik perhatian saya. Saya sadar, segala bentuk tindakan dan kemana perginya idealisme mereka seharusnya tidak membuat saya menjadi hakim atas para aktivis-aktivis kampus. Toh saya pun tidak lebih baik dari mereka. Saya tidak menyangkal bahwa demonstrasi mahasiswa telah memberikan perubahan di bangsa ini, mulai dari jaman penjajahan, orde baru, sampai era reformasi.

Apa yang mereka perjuangkan pun hasilnya akan memberikan pengaruh kepada saya dan rakyat lain yang tidak melakukan tindakan demonstrasi. Saya sedih membaca bbm yang memprotes aksi demo kemarin. Kenapa sedih? Bukannya gak suka sama demo ya?

Yup benar, saya memang tidak suka dengan demo, tapi saya berusaha untuk memahami pikiran para demonstran (walaupun tidak 100%). Saya yakin dari para demostran banyak yang sungguh2 memiliki tujuan yang mulia saat melakukan aksi tersebut. Saya sebut mulia karena mereka memperjuangkan kepentingan kita juga sebagai rakyat yang sama. Saya sedih karena sepertinya rakyat berseteru dengan rakyat sendiri. Saya pun setuju bahwa demo tidak boleh merusak kepentingan umum.


Yang menjadi refleksi saya adalah,

Sekarang, Apa bagian saya dalam perjuangan bangsa ini?

Saya tidak ingin menjadi hakim yang memberikan penilaian sana sini tanpa berbuat apa-apa. Oke mereka salah karena melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum, walaupun mereka sedang memperjuangkan kepentingan bersama. Lalu, apakah kita menjadi terkesan lebih baik dengan tidak melakukan perbuatan yang dilakukan oleh para demonstran?

Masing-masing kita memiliki minat yang berbeda dalam memperjuangkan bangsa ini dan dengan cara yang berbeda-beda pula. Kiranya refleksi itu juga menjadi refleksi bagi rekan-rekan yang membacanya. Hanya kita sendirilah yang tau jawabannya.

Hal yang menyedihkan adalah, ketika para pemuda tidak memiliki minat apa-apa dalam perjuangan bangsa ini dan merasa nyaman dengan keadaannya sekarang, apalagi menjadi pengkritik sosial tanpa tindakan.




Refleksi saya dipengaruhi oleh beberapa quote yang berasala dari Soe Hok Gie, semoga menginspirasi

Sumber:
http://justforsoehokgie.tumblr.com/
http://www.goodreads.com/author/quotes/659620.Soe_Hok_Gie

“Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa


“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”


“Aku kira dan bagiku itulah kesadaran sejarah. Sadar akan hidup dan kesia-siaan nilai.”


"Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran."


"Saya tidak tahu masa depan saya. Sebagai orang yang berhasil? Sebagai orang yang gagal terhadap cita-cita idealisme? Lalu tenggelam dalam waktu dan usia? Sebagai orang yang kecewa dan lalu mencoba meneror dunia? Atau sebagai orang yang gagal tapi dengan penuh rasa bangga tetap menatap matahari yang terbit? Saya ingin coba mencintai semua. Dan bertahan dalam hidup ini."


"Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak di puncak bukit, jadilah saja belukan, tapi belukan terbaik yang tumbuh di tepi danau. Kalau kau tak sanggup menjadi belukan, jadilah saja rumput, tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Tidak semua jadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri."

Kamis, 29 Desember 2011

Memberikan secercah harapan kepada penderita Thalassaemia

Sudah pernah ditusuk jarum suntik? Atau mendapat infus di rumah sakit?
Sebagai perawat, memang saya lebih sering menyuntik dan menginfus pasien-pasien saya dibandingkan mengalaminya sendiri.
Hal yang paling rumit adalah ketika yang dihadapi adalah pasien anak-anak, selain pembuluh darah yang kecil, mereka pasti akan meronta-ronta ketika akan diintervensi.

Pengalaman praktek yang paling berkesan saat saya masih mahasiswa adalah ketika di bangsal anak. Selain kemampuan klinis yang harus dikuasai, saya juga dituntut mampu untuk berkomunikasi dengan bahasa mereka agar lebih kooperatif. Setelah beberapa lama praktek di tempat tersebut, saya perhatikan diagnosa yang paling sering keluar masuk adalah Thalassaemia. Saya takjub melihat anak-anak yang sudah biasa keluar masuk rumah sakit untuk di-"charge" terlihat sangat biasa dengan jarum suntik, sebagian besar mereka bahkan tidak menangis saat jarum tersebut masuk ke tubuh mereka.

Dari wawancara dengan keluarga, kebanyakan mereka mengetahui anaknya terkena Thalassaemia adalah saat usianya dibawah 1 tahun, kurang lebih 7 bulan. Bisa dibayangkan bagaimana tubuh kecil mereka mendapat suntikan berkali-kali setiap bulannya sejak umur 7 bulan.

Penderita Thalassaemia memang harus mendapatkan transfusi darah untuk melangsungkan hidup mereka. Bagaimana tidak, mereka mengalami gangguan sel darah yang mengharuskan jarum dan darah menjadi bagian hidup mereka seumur hidup. Saya masih sangat ingat kejadian di lebaran tahun 2008 dimana salah satu pasien, yang telah menjadi sahabat kecil saya, meninggal karena minimnya persediaan darah di rumah sakit tersebut. Pengalaman di rumah sakit tersebut membuat saya ingin mendonorkan darah dan juga mendorong saya untuk menginformasikan pentingnya donor darah ke orang-orang terdekat.

Mungkin banyak diantara kita yang belum begitu mengerti mengenai Thalassaemia. Berikut adalah sedikit informasi mengenai penyakit tersebut.

Thalassaemia

Talasemia adalah kelainan yang disebabkan oleh penurunan sintesis rantai globin sehingga mengakibatkan anemia hemolitik (Hinchliff, 1999).

Talasemia merupakan penyakit anemia hemolitik dimana terjadi kerusakan sel darah merah di dalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 100 hari) (Ngastiah, 2005).

Klasifikasi:
1. Talasemia α (gangguan pembentukan rantai α)
2. Thalasemia β (gangguan pembentukan rantai β), dibagi menjadi 3 bentuk, yaitu:
à heterozigot: thalasemia minor & thalasemia trait
à thalasemia intermediate
à homozigot: thalasemia mayor (anemia cooley)
3. Thalasemia γ (gangguan pembentukan rantai γ)

Insiden
• Thalasemia lebih sering terjadi pada populasi mediteranian, keturunan Afrika dan Asia.
• Di Indonesia lebih sering ditemukan jenis thalasemia β.
• Menurut penelitian, di Indonesia gen thalasemia berkisar 3-10%, artinya diperkirakan 2000 kasus thalasemia baru dilahirkan setiap tahunnya.


Manifestasi klinis (Hockenberry, 2003):
1. Anemia (Sebelum diagnosa):Pucat, Demam yang tidak diketahui penyebabnya, Nafsu makan berkurang
2. Progresif anemia: Hipoksia, Nyeri kepala,Nyeri dada dan tulang,Penurunan toleransi aktivitas, Lesu, Anoreksia, Perkembangan alat reproduksi terhambat, Perkembangan fisik/tinggi tidak sesuai umur, Bentuk muka mongoloid (hidung pesek tanpa pangkal hidung, jarak kedua mata dan tulang dahi lebar, penonjolan kepala dan gigi), Ikterus
3. Efek transfusi: Hemosiderosis (penimbunan besi dalam tubuh seperti hati, limpa, jantung, kulit, kandung empedu, pankreas) sehingga dapat mengakibatkan perut membuncit. Warna kulit kelabu akibat penimbunan besi pada kulit

Terapi:
• Tranfusi darah
• Diuretik dan digitalis
• Desferoxamine (untuk mengikat zat besi)
• Splenectomy

Daftar Pustaka
Hinchliff, S. (1999). Kamus Keperawatan. Jakarta: EGC
Hockenberry. (2003). Nursing care of infants and children. (7th ed). St. Louis, Missouri: Mosby, inc
Ngastiyah. (2005). Perawatan anak sakit. (Edisi 2). Jakarta: EGC




Ada hal yang sangat saya ingat saat berinteraksi dengan anak-anak Thalassaemia. Salah satu anak mengatakan tidak mau sekolah lagi karena di sekolah dia dikata-katai hamil oleh teman-temannya. Ini adalah salah satu efek samping dari transfusi darah, dimana limpa akan membesar, sehingga membuat abdomen terlihat membesar. Beberapa diantara pasien di sana memang saya tahu tidak sekolah lagi karena mereka tidak kuat dengan pelajaran di sekolah.

Efek samping yang lain dari transfusi darah adalah penumpukan zat besi di dalam tubuh dan membuat kulit menghitam. Untuk mengeluarkan besi dari jaringan tubuh diberikan iron chelating agent, yaitu Desferal dibawah kulit dari suatu pompa kecil 5-7 malam setiap minggunya (http://www.thalassaemia-yti.net/category/tentang-thalassaemia/). Alat (pompa) yang digunakan untuk mengeluarkan zat besi berlebih disebut SYRINGE PUMP. Dengan banyaknya penderita Thalassaemia yang berasal dari keluarga tidak mampu, Syringe Pump menjadi hal yang cukup mustahil untuk dapat mereka beli karena harganya yang cukup mahal (http://lovedonation.tumblr.com/post/14562252729).


Beberapa jam yang lalu, saya mengecek timeline di twitter dan saya mendapat informasi kegiatan sosial untuk penderita Thalassaemia. Ini membuat memori saya saat praktek muncul kembali, dan juga menimbulkan keinginan untuk sharing pengalaman di blog dan media sosial.

Divisi Energy - Young On Top Mengetuk pintu hati teman-teman untuk mau membantu saudara kita dalam Donasi yang akan disumbangkan ke Yayasan Thalassaemia Indonesia untuk pembelian SYRINGE PUMP yang sangat dibutuhkan oleh para penderita.

Cara membantu:
Melakukan transfer ke Rekening BCA

536-011-0399
a/n Yayasan Solidaritas Anak Terlantar
BCA Cabang Menara Bidakara

Seluruh donasi yang terkumpul akan diserahkan kepada Yayasan Thalassaemia pada saat acara puncak:

Love Donation 2012
Tanggal 11-12 Februari 2012 di Grand Indonesia Shopping Town Level 5.
Save the date and come!

Informasi bisa dilihat di:
http://lovedonation.tumblr.com/post/14562252729



Akhir kata, mari kita berbagi hidup dengan yang lain.
YOUR TRUE LOVE SAVE PEOPLE’S LIFE



Dibawah ini adalah beberapa foto saat saya praktek bersama beberapa anak penderita Thalassaemia.





Selasa, 06 Desember 2011

Making "INKE"

Tinggal di daerah yang notabene bukan tempat tinggal kita memang tidak mudah. Apalagi dalam jangka waktu yang lama. Makanya harus ada sesuatu yang membuat kita betah tinggal di tempat tersebut.

Ende, khususnya Nangapanda, bukanlah kampung halaman gw, bukan juga tempat tinggal gw, namun di daerah inilah tempat tinggal gw selama beberapa bulan. Banyak hal menarik ditemukan disini, diantaranya pemandangan yang sangat indah dan budaya yang menarik. Hal2 inilah yang lumayan bisa bikin betah tinggal disini :)

Pemandangan yang gw suka di Ende terutama adalah pantainya, indah banget...

Salah satu budaya yang gw temukan disini adalah pada saat pesta pernikahan, yang biasanya resepsi diadakan di rumah mempelai (disini, a.k.a Nangapanda, gak ada gedung pertemuan buat nikahan). Biasanya sih diadainnya malam hari, karena waktu dua kali dateng acara nikahan diadainnya pas malam hari. Trus biasanya acara dimulai dengan sambutan2 dan kata2 pengantar dari MC, dll (lainnya lupa, ehhe). Uniknya acara ini bisa 1-2 jam-an, weww....tamunya sabar2 banget, padahal perut udah keroncongan *pengalaman pribadi* :D

Nah kalo udah mau masuk ke sesi makan, biasanya diatur dari baris yang mana dulu, gak kayak resepsi nikahan yang biasa di jakarta, blom salaman org2 udah pada ke loket2 makanan, haha...disini salam2an dulu semua, baru deh ke meja makannya ngantri per baris, ckckckkc...hebat...

Yang uniknya lagi, ada piring khusus yang biasanya digunakan di pesta2 pernikahan, namanya INKE, mudah2an gak salah ketik. Dibuatnya dari ranting daun kelapa (haduh...apa ya sebutannnya? weewwww)... Nah, hari ini khusus gw berguru pada salah satu anak SMPN 1 Nangapanda, a.k.a jen... Dia lihai banget buat INKE. Pembuatan INKE juga masuk dalam salah satu keterampilan di sekolah2 di sekitar sini.

Mau lihat contohnya?

Cekidot di foto2nya ya...







Rabu, 02 November 2011



Center of my life - Hillsong

Let my walk speak loud
And my words be true
Let my life be whole
With my eyes on you
Lord I'm stepping out
From the comfort zone
Letting go of me,
Holding onto You

Freedom comes
When I call You Lord
You are Lord my God

You are the centre of it all,
The universe declares in awe
Your majesty
I surrender all
I make you
The centre of my life
Lord, I respond with all I am
you placed in me the song
Of heavens melody
Your Majesty
I live to sing Your song

I have found Your peace
It replaces any fear
You have done it all
I can trust in you
So I'm stepping out
From the comfort zone
Letting go of me
Holding onto you

This is your song not mine
It is your song that bring healing to this land
This is your song not mine
It is your song that brings feedom
Freedom comes, when I call you Lord
Freedom comes, when I call you Lord
You are Lord, my God
You are the song
You are the majesty
I live to sing your song
Your majesty
I live to sing Your song



..

As I listen to this song, I realize that my whole life isn't mine.
He is the center of my life, no matter what i've been done, i'm dreaming off, He still hold my whole life...

Many things happen in life, happiness, suffering, losing someone, losing hope and dreams, people come and go, move to another place and leave people...

People change... Time goes...

Despite of those things, one thing never change, He is still My Lord.

Then, I will sing...

This is your song not mine
It is your song that bring healing to this land

Lord I'm stepping out
From the comfort zone
Letting go of me,
Holding onto You...

You are the center of my life

Sabtu, 23 April 2011

Di dalam keterbatasanku

Di dalam keterbatasanku, aku bertanya kepada Tuhan...

Mengapa ada kepedihan di dunia ini...
Bagaimana caraMu memilih siapa yang akan menderita karena sakit dan siapa yang akan berkabung?
Apakah Kau memilihnya dengan random atau dengan rumus?

Saat melakukan riset, aku memilih berdasarkan penghitungan.
Setelah diketahui jumlah sampel yang menjadi target,aku memilihnya secara random atau berdasarkan kriteria2 khusus untuk memembatasi sampelnya.

Terkadang aku memikirkan bahwa Tuhan memilih seseorang yang harus mengalami ini dan itu secara random. Ia mengocok gulungan kertas dan keluarlah nama seseorang yang harus mengalami hal yang menyedihkan.
Atau Tuhan menutup mata dan menunjuk secara random nama2 yang ada di hadapannya.

Akhir2 ini ada beberapa orang yang aku kenal kehilangan orang yang dikasihinya, mengalami penderitaan yang luar biasa (menurutku), atau mengalami hal yang belum pernah aku alami,yaitu kematian.

Dengan pertanyaan2 yang masih ada dibenakku, Tuhan membawa aku memahami kasihNya.

Manusia memang memiliki natur berdosa. Tidak perlu mengajari seorang anak berbohong, ia sudah bisa berbohong. Tak perlu mengajari seorang anak membenci, ia sudah bisa membenci orang2 yang menurutnya patut dibenci. Lingkungan yang ada disekitar anak tersebut membawanya untuk memiliki kecendrungan untuk berbuat dosa.

Tuhan tahu akibat dosa adalah maut dan manusia tak mampu masuk ke surga dengan naturnya yang berdosa, oleh karena itu Ia mengirimkan AnakNya sebagai pendamaian, sehingga manusia yang berdosa mendapat anugerah keselamatan.

Setelah membaca kisah penangkapan dan penyaliban Yesus, saya sadar tidak ada manusia di duania ini yang lebih menderita dibandingkan Yesus.

Ia dikhianati, sendirian menghadapi petinggi2 romawi, dicambuk, diludahi, diberikan mahkota duri, dipukul, ditinggal oleh murid-Nya...adakah orang yang mengalami penghinaan jauh melelebihi yang Ia alami? Adakah orang yang mengalami penderitaan jauh dari yang Ia alami? Bahkan kitab suci menuliskan bahwa mukaNya sudah tidak dikenali lagi.

Mengetahui bahwa Tuhanku sendiri merasakan penderitaan didunia ini membuatku terhibur.
Ia mengatakan bahwa "Di dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia" (Yoh 16:33)

Seketika aku tidak lagi bertanya-tanya mengenai penderitaan di dunia ini.

Aku sadar dan percaya bahwa Tuhan, di dalam kemahakuasaanNya telah menetapkan hal-hal yang terbaik bagi setiap anak manusia.
Bahwa Ia merindukan setiap orang mendapatkan kebahagiaan dengan mendapatkan keselamatan yang kekal.

Di dalam keterbatasanku, aku berhenti bertanya akan hal-hal yang diluar kekuasaanku dan mempercayakan segala sesuatu kepadaNya, Sang Penjamin Hidupku._

Jumat, 22 April 2011

my reflection

In this quiet night, when there was heavy rain outside, I take a little time to think about my life
It has been almost a quarter century that God, in His authority, gives me chance to life in this beautiful world.
As time goes by, I've been changed consciously and unconsciously
Many times I hurt people I love and even God

I realize that In my deepest sadness or happiness, one thing never change that God is always by my side, even there was time I didn't realize His presence.

I sometimes wish that nothing in my life would be changed or gone, for I feel that I have got what I need, but God gave me different reality. Some people came and went, some things came and lost, without nothing I could do.

I felt that this life was unfair. I didn't know what next would be happened, whether it is good or bad for my life.
Then God reminds me that there is still a rainbow after heavy rain.

In this good friday, I look at myself.
How many times in life I gave complain about things happened
How many times in life I got angry for something I didn't get
How many times in life I didn't do my best just because I lost my vision
How many times in life I made other people down

With all that things I've done, I am not proper to get God's gift in Calvary
Then, His word comfort me

"He was pierced for our transgressions, he was crushed for our iniquities; the punishment that brought us peace was upon him,and by his wounds we are healed" (Yes 53:5)

Then He said:

"In this world you will have trouble. But take heart! I have overcome the world"

A promising promised is given by He, who was crucified and died, but then rose again.